Setiap orang bisa menjadi Wartawan (Citizen Journalist) di lingkungannya. Pastikan informasi disekitar anda termuat di ATJEHbuzz ONLINE dengan mengirimkannya kepada kami melalui e-mail: redaksi.atjehbuzz@gmail.com. Anda juga bisa mengomentari setiap berita yang kami sajikan melalui Facebook Plugin yang terdapat dibagian bawah dari masing-masing berita.
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Saturday, March 17, 2012

Forum UPK Provinsi Aceh Gelar Acara Jambore Di Taman Sari

Banda Aceh | Forum Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM-MPd Provinsi Aceh Menggelar Acara Jambore bertempat di Taman Sari Kota Banda Aceh. Acara tersebut dimulai sejak tanggal 17 s/d 18 Maret 2012 yang diikuti oleh seluruh UPK se-Provinsi Aceh.

Pengelola Stand UPK Kab. Aceh Utara sedang melayani seorang Wisatawan Mancanegara yang sempat berkunjung ke stand tersebut pada acara Jambore UPK PNPM se-Provinsi Aceh di Taman Sari - Banda Aceh, Sabtu (17/3/12)
Armiya Yusuf, ST selaku anggota Panitia pelaksana kegiatan dimaksud kepada Atjeh Buzz Online menjelaskan bahwa acara Jambore ini diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya Pameran Karya Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) binaan UPK, Pentas Seni dan Pemilihan Agam dan Inong UPK Aceh.

Dijelaskan pula bahwa, acara tersebut bertujuan untuk memperkenalkan Produk-produk unggulan hasil karya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang permodalannya bersumber dari pinjaman yang digulirkan oleh UPK yang tersebar di seantero Provinsi Aceh. "Insya Allah acara seperti ini akan kita laksanakan setiap tahunnya, dengan tujuan untuk memacu kreatifitas masyarakat lokal untuk mengembangkan produk-produk unggulan yang menjadi ciri khas daerah mereka masing-masing", ujar Armiya.

Pantauan Atjeh Buzz Online, tepat pukul 15.00 WIB sore tadi, lokasi Taman Sari telah dipadati oleh para pengunjung yang ingin menyaksikan penampilan Grup Seudati Agam dari Pasee yang diboyong oleh Pengurus UPK Kabupaten Aceh Utara sebagai pembuka serta berkunjung ke stand-stand UPK dari 18 Kabupaten se-Provinsi Aceh.[AJL]

Monday, January 2, 2012

Rokok, Bensin & Listrik Bikin Rakyat Aceh Miskin

Ilustrasi
BANDA ACEH — Besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah garis kemiskinan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syech Suhaimi, Senin (2/1) menyebutkan periode Maret — September 2011, garis kemiskinan di Aceh naik sebesar 5,04 persen yaitu dari Rp303.692 per kapita perbulan naik menjadi Rp318.987 per kapita perbulan pada September 2011.

Didaerah perkotaan, garis kemiskinan justru mengalami kenaikan dari Rp333.355 per kapita perbulan naik menjadi Rp346.385 per kapita perbulan. Sedangkan untuk daerah pedesaan pendapatan per kapitanya juga naik dari Rp292.085 menjadi Rp308.265 perbulan pada September 2011.

Komponen garis kemiskinan di Aceh ini terdiri dari komoditi makanan dan non makanan. Komoditi yang paling penting bagi penduduk miskin di Aceh adalah beras. Sumbangan pengeluaran beras terhadap garis kemiskinan ini sebesar 33,12 persen di perkotaan dan 36,93 persen di kawasan pedesaan.

Sedangkan komoditi bukan makanan paling penting adalah pakaian menjadi andil yang cukup besar dengan total 28,85 persen di perkotaan dan 28,63 persen di pedesaan.

Peranan komoditi makanan yang lain terhadap garis kemiskinan Aceh adalah rokok kretek filter sebesar 15,25 di perkotaan dan 11,72 di pedesaan. Kemudian ikan tongkol, gula pasir, telur ayam ras dan cabe merah.

Sedangkan komoditi non makanan yang mempengaruhi kemiskinan di Aceh adalah perumahan sebesar 20.80 persen di perkotaan dan 20,93 persen di pedesaan. Kemudian pakaian, bensin dan kebutuhan listrik. 

Masih dikatakan Syech Suhaimi, garis kemiskinan makanan merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kkalori per kapita perhari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan ini di wakili oleh 52 jenis komoditi yang meliputi, padi-padian, umbi, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahah, minyak dan lemak.

Sementara itu garis kemiskinan bukan makanan adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Paket komoditi dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di pedesaan.

“Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung hal tersebut digunakan hasil Survei Paket Komoditi Kebutuhan Daerah (SPKKD) untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan.
 
Sumber: The Globe Journal

Garuda Siap Beri Penumpang Rp 300 Ribu Jika Delay 4 Jam

IST | Media Indonesia
Jakarta - Peraturan Menteri Perhubungan No 77/2011 diberlakukan mulai 1 Januari 2012 ini. Jika pesawat Garuda delay hingga 4 jam, maka perusahaan akan memberi kompensasi dengan membayarkan Rp 300 ribu kepada penumpang.

"Mulai tanggal 1 Januari 2012 ini mulai diberlakukan ketentuan Permenhub 77/2011 mengenai pengenaan denda Rp 300 ribu apabila suatu penerbangan mengalami delay hingga 4 jam," ujar Vice President Communicaton Garuda, Pujobroto, dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Minggu (1/1/2011).

Menurut dia, di hari pertama tahun 2012 ini tidak ada kendala berarti yang dialami oleh Garuda. "Sejauh ini alhamdulillah segala sesuatunya berjalan baik," sambungnya.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan, sebelumnya menjelaskan Permenhub 77 Tahun 2011 tentang tanggung jawab angkutan udara diteken 8 Agustus 2011 lalu. Namun aturan ini tidak menggugurkan Permenhub 25 Tahun 2008 tentang pemberian kompensasi bila pesawat mengalami keterlambatan atau delay. Permenhub 25/2008 itu mengatur tentang kompensasi jika terjadi keterlambatan pesawat di bawah 4 jam dengan menyediakan snack, makan dan penginapan.

Jika ada yang melanggar KM ini, maka sanksinya sesuai kewenangan yang dimiliki Kementerian Perhubungan. Kemhub sebagai regulator berwenang memberikan sanksi administratif, peringatan tertulis 3 kali berturut dengan tenggang waktu masing-masing 1 bulan.

Apabila 3 kali berturut-turut masih juga dilakukan pelanggaran, maka akan dilakukan pembekuan izin usaha angkutan udara niaga untuk jangka waktu 14 hari kerja, SIUP. Apabila pembekuan izin usaha tidak ada perbaikan, maka di mana jangka waktu sudah habis, maka dilakukan pencabutan izin usaha.

Dalam Permenhub 77/2011 juga diatur tentang bagasi yang hilang maka wajib diganti maksimal Rp 4 juta, atau Rp 200.000/kg. Dijelaskan pula. bagasi dianggap hilang apabila dalam 14 hari tidak dapat ditemukan.

Kehilangan sementara bagasi juga mendapat ganti rugi uang tunggu sebesar Rp 200.000/hari (maksimal 3 hari). Sedangkan barang bagasi yang rusak juga mendapat ganti rugi sesuai dengan jenis, bentuk, ukuran dan merek bagasi yang tercatat.

Sumber: detik.com

Saturday, December 3, 2011

Meraup Berkah Bisnis Tanaman Hias Pasca Bencana

Padang - Peristiwa bencana alam selain menyisakan kesedihan dan kerugian materi bagi yang mengalaminya, juga bisa memberikan berkah tersendiri terhadap masyarakat.

Misalnya saja banyaknya proyek renovasi rumah dan perkantoran pasca gempa 7,9 SR yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) 29 September 2010 lalu menjadi berkah bagi pelaku bisnis taman dan tanaman hias di kota Padang, Sumatera Barat. Peningkatan omset penggiat bisnis flora itu hingga pertengahan 2011 ini mencapai tiga kali lipat.

"Rasanya, inilah saat paling menguntungkan bagi bisnis taman dan tanaman hias setelah booming tanaman hias aglaonema dan anthurium beberapa tahun lalu," ujar Firman (28) pedagang tanaman hias di kawasan Lubuk Minturun, Padang, kepada detikFinance, Selasa (7/6/2011).

Dikatakan Firman, selain renovasi taman lama, permintaan pembuatan taman di rumah tinggal baru dan perkantoran juga meningkat signifikan. Hal itu didukung semakin banyaknya pengembang di kota Padang yang membangun komplek perumahan baru, terutama di daerah ketinggian kota Padang seperti kawasan Lubuk Minturun, Sei. Lareh, Balai Baru, dan sejumlah kawasan di sepanjang jalan By Pass Padang.

"Rata-rata peningkatan permintaan tanaman hias dan pembuatan taman mencapai tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dengan 2-3 tahun belakangan yang menempatkan tanaman indoor seperti Aglaonema dan anthurium sebagai tanaman pavorit, permintaan terbesar saat ini justru pada tanaman ruang terbuka seperti bonsai serut, beringin, putri salju, melati mini, pucuk merah, cemara, dan tanaman buah dalam pot," kata Firman.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang tanaman hias lainnya, Zaitul Ikhlas (35). Menurutnya, tingginya permintaan pembuatan taman akhir-akhir ini membuat sejumlah tanaman pendukung, seperti rumput hias juga ikut laku keras.

"Misalnya, permintaan terhadap rumput gajah mini yang sangat tinggi sehingga sering kehabisan stok sampai di tingkat petani pembudidaya. Boleh dikatakan, untuk saat ini berapa pun petani mampu memproduksi rumput itu akan habis diserap pasar," tukasnya.
(hen/ang)

Sumber: Detik Finance 

Friday, December 2, 2011

Beckham Datang, Promotor Rugi

Jakarta - Kedatangan David Beckham ke Indonesia tak serta-merta menjadi pundi emas buat Mahaka Sport, promotor yang mendatangkan bintang sepak bola dunia itu. Jumlah penonton yang menyaksikan laga Tim Indonesia Selection melawan LA Galaxy di Stadion Utama Gelora Bung Karno Rabu, 30 November 2011, malam hanya 20 ribu orang. Tak sampai setengah dari jumlah yang ditargetkan.

Jumlah penonton ini diumumkan melalui pengeras suara stadion saat jeda pertandingan yang berakhir 1-0 untuk kemenangan LA Galaxy. Hasani Abdulgani, Direktur Mahaka Sport, memang tak menyebut berapa modal untuk mendatangkan Beckham cs ke Indonesia. “Namun, ongkos mendatangkan Beckham tersebut akan tertutup seandainya tiket bisa terjual sebanyak 45 ribu lembar,” kata Hasani dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Ritz Carlton Senin lalu.

Dalam jumpa pers itu, Hasani mengatakan dia menargetkan bisa menjual 45 ribu lembar tiket dari total 75 ribu lembar tiket yang dicetak. Harga tiket pun bervariasi. Tiket termurah, yakni Kategori III dijual Rp 82.500, disusul Kategori II Rp 165 ribu, Kategori I Rp 275 ribu, VIP Timur Rp 550 ribu, VIP Barat Rp 825 ribu, dan kelas termahal yakni VVIP Rp 2,2 juta.

Jika harga tiket termurah dijadikan patokan, maka ongkos mendatangkan Beckham bisa menggunakan rumus Rp 82.500 X 45.000. Hasilnya adalah Rp 3,3 miliar. Sementara tiket yang terjual ternyata hanya 20 ribu lembar sehingga target Rp 3,3 miliar yang harus diraih meleset menjadi Rp 1,65 miliar. Ada selisih minus sekitar Rp 1,7 miliar.

Namun, angka ini baru dari penjualan tiket. Belum termasuk dana yang mengalir dari sederet sponsor, mulai dari pabrik semen, produsen kopi, sampai bank, dan stasiun televisi yang membeli hak siar pertandingan. Berapa persisnya duit yang terkumpul dari sponsor ini, hanya pihak Mahaka yang tahu.

Sumber: TEMPO.CO

Kesibukan Seorang Artis Berbisnis Online

Jakarta - Adakah artis/selebriti yang berbisnis online? Ternyata ada, dialah Dewi Rezer, mantan VJ MTV. Dewi Rezer ternyata punya kesibukan baru. Istri pesinetron Marcellino Lefrandt itu kini rajin memburu tas branded second. Tas-tas tersebut kemudian dijualnya. Kata dia, bisnis itu cukup menguntungkan. 

Di Senayan City, Jakarta, 16/3/2011, Dewi berkisah tentang bisnis tersebut. "Pasti mengiranya saya jarang kelihatan karena tidak ada kegiatan ya" Saya berbisnis tas kerja sama dengan teman. Kami menjual tas-tas branded second milik para artis dan puji Tuhan, responsnya lumayan," ucapnya. 

Tas-tas bermerek itu Dewi jual melalui toko online. Memang cukup unik ide dia. Biasanya, artis banyak memiliki tas bermerek untuk menunjang penampilan. Sementara itu, model tas selalu update setiap waktu. Tak heran kalau membeli tas menjadi kebutuhan mereka. 

Oleh karena mereka punya yang baru, tas lama pun terkadang tak terpakai dan akhirnya dijual. Nah, ibu satu anak itu melihat peluang tersebut. "Kan banyak tuh perempuan pencinta tas, tapi dananya terbatas. Daripada beli yang palsu, mending beli yang asli, tapi second. Karena nilai jualnya juga masih tinggi," jelasnya. 

Bisnis jual tas second itu baru dimulai Januari lalu. Awalnya Dewi-lah yang aktif membujuk para artis untuk mau menitipkan tas bekas mereka. Sekarang, kata dia, justru mereka yang mencari-cari Dewi. "Iya, awalnya dulu memang begitu. Saya yang nawarin ke artis. Sekarang malah mereka yang nyari, "Dewi mau nitip jual tas," begitu," ucapnya. Beberapa artis yang sering menitipkan barangnya, antara lain, Happy Salma, Susan Bachtiar, Rianti Cartwright, dan Shanty. 

Walaupun terhitung baru menjadi pebisnis, perempuan berkulit putih itu menyatakan belum menemukan kendala berarti. "Soalnya, yang kami jual kan barang asli. Kami teliti betul barangnya," tegas dia. 

Selain itu, karena tas dijual lewat online, Dewi mengaku lebih untung. Sebab, sebagai ibu dan istri, dia memiliki kewajiban mengurus keluarga. "Kalau online kan bisa dipantau dari rumah. Paling sibuknya kalau motret barang saja. Yah kira-kira dua kali seminggu," katanya. 

Loss atau kerugian melalui bisnis internet ini juga bisa diminimalkan. Pasalnya, sistem yang digunakan dia titip jual. Bukan langsung dibeli, lalu dia jual. Sisi lainnya "karena juga penyuka tas" ketika menjalankan bisnis itu, dia sama dengan menjalankan hobi. "Saya kan perempuan. Doyan fashion dan tas juga," tuturnya.
 
Sumber : kompasbisnis.com

 
Design by Adly Jay Lanie